29 April, 2011 - 0 komentar
Hei...

Sudah berapa lama aku menelantarkanmu?
sepertinya sekarang daya imajinasiku sudah semakin menurun lantaran jarang dipake mencurahkan isi hati.

Aku baru habis dari perjalanan yang seru,asik dan bikin kepingin lagi, hehehe abis jalan-jalan ke Singapore sama kantor, dan aku menyesal kenapa aku cuman menaiki satu wahana aja di Universal Studio??coba kalo antreannya ga bikin mampus aku mau deh nyobain satu persatu.
Tapi disana berasa keseimbangannya agak menurun, entah karena pengaruh lift atau cuaca yang panas banget bikin pusing disana jadinya selama disana kepalaku pusing-pusing terus,dan setiap jalan berasa limbung.

Yang ga enak disana adalah makanannya..makanannya itu bumbunya terasa kuat banget, mungkin karena disana banyak orang indianya kali yah jadi bumbu-bumbunya ngikutin bumbu India, sayur-sayurannya semua terasa aneh..aku yang biasanya suka nggigitin seledri, waktu pertama kali makan disana nemu ada seledri juga,pas dimakan hoaahh..kaya makan parfum coba..

Dan jalanannya,semua rapi,semua serba teratur, yahh mungkin karena mereka negara kecil dengan penduduk yang ga melebihi penduduk Indonesia kali yah, jadi mereka lebih gampang ngaturnya, lebih gampang ngawasinnya,lebih gampang ngenain dendanya.

Hmm...satu cita-citaku telah terkabulkan, bisa jalan-jalan ke luar negeri..Thanks God..Engkau memang selalu mengabulkan doa-doaku...aku hanya tinggal menunggunya :D
Jadi pingin ke Singapore lagi..kumpulin duit lagi ahh..:p
10 April, 2011 - 0 komentar

Miss You

Hey boy...i miss you so much..
Can't you feel it??
So call me..
Skype with me..
chat with me..
send me sms..
or anything else..

I just wanna see your face..
your smile..
your laugh..
your eyes..

I just wanna see you

And damn it...!!

It still 5 months left
and i'm like crazy thinking of you here..
if i can forward the time..

Ahh..I miss you boy..



*Puisi Mbeling*
02 April, 2011 - 0 komentar

Galau

Dear Readers,

Memang benar-benar malam minggu galau, hujan,sakit perut,lengkap sudah. Eyniwe mau cerita dikit ahh..hehehe sebenernya ini ga lebih dari curcol biasa,yang mungkin amat sangat membosankan bila kalian baca, tapi jika kalian ga berminat sama sekali buat membaca ini silakan di close aja..

Okee..ceritanya begini..

Tadi aku ke kundangan melaspas rumah sodara aku di Dalung, kalau rumahnya dia di kampung itu di seberang jalan, ditempatku biasa menyebutnya dengan kaja. Tapi coba deh aku bahkan sama sekali gatau yang mana yang punya rumah hihih dan parahnya lagi aku gatau siapa namanya..ibuku sih bilangnya cuma si Jegeg..Jegeg...amat sangat ga jelas buat orang sepertiku yang sama sekali gatau sodara.

Sampe disana..jreng..jreengg..uda pada rame lah, aku tau dan hapal untuk semua wajah-wajah sodaraku yang dateng tadi, tapi sungguh..sumpah..demi apa...aku cuman tau segelintir nama-nama mereka, dan namanya pun nama panggilan dikampung..seperti Mbok Dalung, Mbok Barak, Bu Cok, Bu Nur, Bli tut, Biang Sayu (kalo yang ini ga mungkin lupa deh namanya..Camer..hihihih), Bli Alah, Mbok Alah, wakakak pokoknya nama-nama panggilan dikampung gitu deh,,biasa kan taunya cuman nama kecilnya aja.

Dan saat itu juga aku berpikir...bego banget ga sih aku seandainya aku nanti jadi sama Wie, orang-orang yang akan datang sebagian besar adalah orang-orang yang aku lihat saat ini, dan betapa amat sangat bodohnya aku apabila aku sama sekali gatau nama-nama mereka. Stupid things banget kan?!

Aku udah sih sedikit-demi sedikit nanya sama ibuku siapa nama-nama mereka, tapi dudulsnya...ibuku juga cuman tau nama-nama panggilan dikampung mereka doank..hadeehh....parah banget deh gue..

Dan masih mikirin kedepannya aku yang gampang-gampang susah...sekarang susahnya adalah menyatukan keinginan keluarganya dan keinginan keluargaku, tapi semoga aja nanti semua akan berjalan lancar.

Astungkara..
31 Maret, 2011 - 0 komentar

Siaga 1

Dear Readers,

Kemarin, aku beradu argumen sama A salah satu bos di kantor, menurut aku sih itu permasalahan ga terlalu besar, cuman karena si A lagi heboh sendiri trus akhirnya 'nyemprot' aku deh, dan kemarin itu sungguh dehh..aku capek hati, kesel sama semuanya yang terjadi disini, aku pertahankanlah pembelaanku.


Oke aku cerita dari awal, jadi beberapa hari yang lalu dari bagian Legal membuat suatu surat yang akan diteruskan ke pusat tetapi membutuhkan beberapa tanda tangan petinggi-petinggi, kita sebut sajalah itu surat X yang akan dikirim ke kantor Z. Singkat cerita, surat X sudah jadi dan aku ditugaskan untuk mengirim surat itu by mesin pentransfer tulisan ke petinggi-petinggi. Tugas sudah diselesaikan dan sudah aku konfirmasikan juga ke sekretaris petinggi-petinggi itu untuk memastikan bahwa surat itu sudah mereka terima dan selanjutnya akan di follow up untuk ditanda tangani petinggi tersebut.

Setelah beberapa hari, waktu itu sore hari, sudah lewat dari jam pulang tapi aku masih mengerjakan sesuatu yang sebenarnya sama sekali bukan pekerjaanku, sayangnya saat surat itu masuk, film mesin pentransfer itu habis, cepat-cepatlah aku ganti, karena yang masuk masih setengah dari surat itu, bagian tanda tangannya belum keliatan dan aku ga memperhatikan nomer yang tertera di layar mesin, nomer pengirim yang biasanya tertera di kertas surat itu pun ga terlihat karena kertasnya miring.Setelah filmnya aku ganti, di layar mesin itu masih ada tulisan in memory, yang berarti saat aku tekan tombol start akan keluar lagi surat yang terpotong itu. Tapi entah apa yang salah dengan mesin itu malah sama sekali ga ada yang keluar, akhirnya karna sudah sore, aku putuskan untuk pulang aja dan akan menghubungi masing-masing sekretarisnya.

Besoknya dipanggil lah aku dan bagian legalnya ke ruangan A, dia mempertanyakan masalah surat X itu apakah sudah dikirim ke petinggi dan apa sudah ada jawabannya? aku bilanglah bahwa itu surat sudah aku kirim,sudah aku konfirmasi ke sekretarisnya tapi belum ada jawaban. Aku juga sudah follow up untuk hari ini masalah surat X tersebut tapi kebetulan sekretaris yang aku telpon itu lagi ga ada ditempat dan aku meninggalkan pesan untuknya sama rekannya yang satu ruangan.

Si A langsung meng-sms petinggi 1, dibalaslah sama petinggi 1 dan dia bilang kalo sudah dikirim, langsung lah aku kena sasaran,katanya sudah dikirim,gimana ini??pertama aku masih dengan nada biasa menjawab,
" kemarin memang ada surat masuk, tapi kepotong dan ga ada tanda tangannya jadi saya ga tau itu surat dari petinggi yang mana, tadi saya sudah konfirmasi ke sekretarisnya dan waktu itu lagi ga ada ditempat, tapi saya sudah tinggalkan pesan ke rekannya satu ruangan, saya juga sudah konfirmasi ke sekretaris satunya lagi tapi teleponnya ga diangkat" (TBH untuk yang ga diangkat itu aku boong sih,soalnya filingku mengatakan kalo yg ngirim surat itu pasti sekretaris yang lagi satu :p)

EH..si A malah nyolot lagi trus kenapa tadi bilangnya ga masuk??
aku ulang lagi penjelasanku dari awal.. trus aku ga menyimak dia ngomong apa selanjutnya sama pemikirannya,lalu nanya lagi ke aku kenapa waktu surat ini masuk ga konfirmasi ke sekretarisnya?
aku bilang suratnya masuk udah sore, lalu aku ulang lagi penjelasanku bahwa sepagi ini aku sudah konfirmasi ke sekretarisnya. Tiga kali lohh sampe aku menjelaskan. Trus dia suruh aku ngambil surat masuk yang kepotong itu, dan lagi-lagi dia menanyakan hal yang sama,langsung aku jelaskan tanpa menunggu lagi dia selesai ngomong..jadi aku tabrak terus omongannya dia.

Ngerasa aku udah mulai panas akhirnya dia diem, trus bilang ya sudah ini suratnya mau dikirim lagi, habis itu siapkan semua surat yang diperlukan dan dikirim sekarang juga!

Gondok ga sih?? udah dari awal dibilangin aku diperbantukan disini, tapi kesannya kaya aku yang emang punya kerjaan untuk ini, padahal, dia ga mengeluarkan surat perintah bahwa aku dipindahkan ketugas ini, bahkan bagian legal pun menegaskan bahwa perlu adanya surat untuk menegaskan. Dibilangnya, walopun aku bukan karyawan disana tapi manajemen semua sesuai dengan disana, tapi lagi-lagi aku merasa dianak tirikan, padahal kerjaan dan tugas-tugasku hampir sama dengan mereka, sampai-sampai jobdesk awalku keteteran.

Capek sih dengan ketidak jelasan semua ini, tapi aku ngerasa ga punya posisi tawar disini karena aku diterima sebagai fresh graduate tanpa pengalaman apa-apa, dan aku lebih memilih untuk mencari ditempat lain, setidaknya aku punya posisi tawar baru bahwa aku sudah pernah bekerja di suatu instansi selama beberapa tahun.

Tapi komentar dari beberapa orang disana memang si A ini terkadang suka rese..heuuu masa bodo ahh gw sama elu...bayar gue aja kagak....

23 Maret, 2011 - 0 komentar

Ready or Not?

Dear Readers,

Sepertinya tahun 2011 ini aku malas sekali meng-update blog ini yah??ada apa gerangankah??no idea to tell the story aja sih intinya.

Trus skrg mo chit chat dikit niii heheheheh...ada yang kepengen nikah supaya ga ketuaan hihiihi..okee dari segi material dia emang sudah bisa dibilang cukup, dari emosional sepertinya juga sudah memadai, yang jadi pertanyaan adalah...apakah aku SIAP???

Dia sendiri aja sudah punya rencana dan jadwal-jadwal sepertinya, pulang dari sana beresin yang perlu dibereskan dirumahnya, minta pertimbangan sama para tetua dirumah, dan ya sudahlah let's held the party..

Tapi aku kok malah ngerasa, karirku masih mandeg disini, belum bisa menabung,membeli ini itu untuk diriku sendiri supaya puas, dan skarang dihadapkan pada rencana yang seperti itu. Heeuu rasanya kaya gimana yahhh seneng-seneng takut...

Seneng karena..yaahh wanita mana sih yang ga seneng diajak menuju pelaminan?? takutnya karena aku masih ngerasa childish deh, bisa ga yah nantinya aku menempatkan diri disana??

Yaa..we'll see aja untuk sekarang, mari kita having fun sebisanya...:D